Simpang Empat, Sahih.id– Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat terus memperkuat sektor perkebunan sebagai penopang ekonomi daerah melalui sinergi program Reforma Agraria dan dukungan sarana prasarana bagi petani kelapa sawit.
Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasaman Barat, Selasa (28/4/2026), dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ini diikuti oleh 19 kelompok tani penerima manfaat serta menghadirkan narasumber dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Barat dan Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat.
Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantor Pertanahan Kabupaten Pasaman Barat, Habrianto Manda, dalam pemaparannya menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari penataan akses dalam Reforma Agraria yang bertujuan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga akses nyata terhadap berbagai program bantuan, seperti peremajaan sawit rakyat serta dukungan sarana produksi berupa pupuk dan pestisida,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Reforma Agraria tidak hanya berhenti pada pemberian legalitas aset, tetapi juga harus diikuti dengan penguatan akses agar tanah yang dimiliki dapat memberikan nilai ekonomi yang optimal.
“Penataan aset harus berjalan beriringan dengan penataan akses. Dengan begitu, petani dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga mereka,” ujarnya.
Ia turut menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi petani, terutama dalam menghadapi tantangan produktivitas dan keberlanjutan usaha perkebunan.
“Bantuan sarana dan prasarana ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kebun serta hasil produksi petani, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan,” ungkapnya.
Program ini juga menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran ATR/BPN dalam memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
Dengan adanya integrasi antara Reforma Agraria dan dukungan sektor perkebunan, diharapkan para petani di Kabupaten Pasaman Barat semakin mandiri, produktif, dan mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (rel)



